Fathuddin
Jafar
إن
الحمد لله وحده,
نحمده
و نستعينه و نستغفره ونتوب اليه ونعوذ
بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا من
يهده الله فهو المهتد ومن يضلله فلن تجد
له وليا مرشدا,
أشهد
أن لا اله الا الله وحده لا شريك له وأشهد
أن محمدا عبده ورسوله بلغ الرسالة وأدى
الأمانة ونصح للأمة وتركنا على المحجة
البيضاء ليلها كنهارها لا يزيغ عنها الا
هلك,
اللهم
صل وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه
ومن دعا بدعوته الى يوم الدين.
أما
بعد,
فيا
عباد الله اوصيكم ونفسي الخاطئة المذنبة
بتقوى الله وطاعته لعلكم تفلحون.
وقال
الله تعالى في محكم التنزيل بعد أعوذ
بالله من الشيطان الرجيم :يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا
اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ
إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (ال
عمران :
102)
Kaum muslimin
rahimakumullah…
Pertama-tama,
marilah kita tingkatkan kualitas taqwa kita pada Allah dengan
berupaya maksimal melaksanakan apa saja perintah-Nya yang termaktub
dalam Al-Qur’an dan juga Sunnah Rasul saw. Pada waktu yang sama
kita dituntut pula untuk meninggalkan apa saja larangan Allah yang
termaktub dalam Al-Qur’an dan juga Sunnah Rasul Saw. Hanya dengan
cara itulah ketakqawaan kita mengalami peningkatan dan perbaikan….
Selanjutnya,
shalawat dan salam mari kita bacakan untuk nabi Muhammad Saw
sebagaimana perintah Allah dalam Al-Qur’an :
أعوذ
بالله من الشيطان الرجيم
إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Sesungguhnya Allah
dan malaikat-Nya bershalawat atas Nabi (Muhammad Saw). Wahai
orang-orang beriman, ucapkan shalawat dan salam atas Nabi (Muhammad)
Saw. ( Al-Ahzab : 56)
Kaum Muslimin
rahimakumullah…
Banyak di antara
kita yang salah presepsi bahwa neraka itu hanya untuk orang-orang
kafir dan munafik. Ada pula yang lebih keliru lagi sambil
berspekulasi : Hidup ini hanya sekali. Akhirat adalah urusan nanti.
Akibatnya, kita merasa tenang-tengang saja setelah kita menjadi
Muslim dan Mukmin secara formal. Lebih celaka lagi, berbagai dosa dan
maksiatpun dilakukan tanpa malu pada Allah Ta’ala, Tuhan Pencipta.
Perlu kita ketahui bahwa formalitas keislaman dan keimanan kita sama
sekali tidak akan menolong kita di akhirat nanti jika kita tidak
melaksanakan kosekuensi-konsekuensi keislaman dan keimanan itu secara
baik dan utuh.
Sesungguhnya Neraka
itu bukan hanya tempat hukuman yang amat pedih bagi orang-orang
kafir, musyrik dan munafik. Neraka juga diperuntukkan bagi
orang-orang Mu’min yang tidak mentaati (durhaka) dan lalai terhadap
sistem dan aturan kehidupan yang Allah tetapkan untuk manusia selama
mereka hidup di dunia. Akan tetapi, neraka juga menjadi tempat
hukuman bagi orang-orang yang beriman yang tidak menjalankan
nilai-nilai keimanan secara utuh dan menyeluruh saat mereka hidup di
dunia. Mereka ini disebut orang-rang yang durhaka pada Allah dan
Rasul-Nya dan lalai dari mengingat Allah dan ancaman akhirat.
Di antara bentuk
kedurhakaan dan kelalaian yang menyebabkan orang Mu’min masuk
Neraka itu ialah :
1. Melakukan
penyimpangan ekonomi, bisnis dan keuangan seperti, tidak mau membayar
zakat, menumpuk harta tanpa peduli terhadap nasib orang-orang miskin
dan anak yatim, memakan makanan yang haram, seperti darah, bangkai,
babi, binatang yang disembelih dengan menyebut selain nama Allah,
atau diperoleh dengan cara yang haram seperti pelacuran, khamar,
mencuri, korupsi, mengurangi sukatan, timbangan, ukuran, takaran dan
spesifikasi pekerjaan, penipuan, berbuat curang, judi, riyswah
(sogok-menyogok), pemerasan, pungutan liar (pungli), memark-up nilai
proyek melebihi harga pasar, jual beli yang tidak didasari kejujuran
dan kerelaan pihak-pihak terkait, warisan yang tidak diperoleh dengan
sistem yang sudah ditentukan Allah, mengambil hak fakir miskin berupa
zakat dan infak yang diamanahkan Allah dalam hartanya, serta memakan
uang masjid, yayasan, bantuan sosial dan bencana alam atau uang
jama’ah, perkumpulan dan organisai yang belum jelas menjadi hak
mereka. Maka mereka yang melakukan penyimpangan-penyimpangan tersebut
akan dimasukkan ke dalam Neraka Jahannam.
Di sana mereka akan
merasakan betapa pedihnya siksaan yang mereka terima sebagai akibat
penyimpangan keuangan, ekonomi dan harta yang mereka lakukan semasa
hidup di dunia, tanpa melihat kedudukan dan status mereka, sekalipun
mereka ulama, kiyai, ustadz dan tokoh agama. Allah menjelaskannya :
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ
كَثِيرًا مِنَ الأَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ
لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ
بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ
اللَّهِ وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ
الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلا يُنْفِقُونَهَا
فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ
بِعَذَابٍ أَلِيمٍ (34)
يَوْمَ
يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ
فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ
وَظُهُورُهُمْ هَذَا مَا كَنَزْتُمْ
لأَنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ
تَكْنِزُونَ (35)
“Hai orang-orang
yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim
Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan
jalan yang bathil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan
Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak
menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka,
(bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, (34) pada hari
dipanaskan emas perak itu dalam Neraka Jahannam, lalu distrika
dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan)
kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk
dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu
simpan itu".(35) (Q.S. Attaubah (9) : 34 – 35)
2. Memakan harta
yang diperoleh dengan cara riba, termasuk bunga bank. Allah
menjelaskan sebagai berikut :
الَّذِينَ
يَأْكُلُونَ الرِّبَا لا يَقُومُونَ
إِلا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ
الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ
بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ
مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ
الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَنْ
جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ
فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ
إِلَى اللَّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ
أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
(275)
يَمْحَقُ
اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ
وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ
أَثِيمٍ (276)
“Orang-orang yang
makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti
berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit
gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka
berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba,
padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.
Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu
terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah
diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah)
kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu
adalah penghuni-penghuni Neraka; mereka kekal di dalamnya.(275) Allah
memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai
setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.
(276) (Q.S. Al-Baqarah (2) : 275 – 276)
3. Tidak mau
diingatkan pada sistem hidup yang Allah tetapkan untuk manusia di
dunia dan bangga berbuat dosa-dosa (pelanggaran-pelanggaran hukum
Allah), khususnya larangan melakukan kerusakan di atas bumi, seperti
lingkungan, hutan dan binatang. Allah jelaskan dalam firman-Nya :
وَإِذَا
تَوَلَّى سَعَى فِي الأَرْضِ لِيُفْسِدَ
فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ
وَاللَّهُ لا يُحِبُّ الْفَسَادَ (205)
وَإِذَا
قِيلَ لَهُ اتَّقِ اللَّهَ أَخَذَتْهُ
الْعِزَّةُ بِالإِثْمِ فَحَسْبُهُ
جَهَنَّمُ وَلَبِئْسَ الْمِهَادُ (206)
“Dan apabila ia
meninggalkan kamu, ia berupaya melakukan kerusakan di atas muka bumi,
merusak tanaman (kebun) dan binatang ternak. Dan Allah tidak
mencintai keruskan. (205) Dan apabila dikatakan kepadanya:
"Bertaqwalah kepada Allah", bangkitlah kesombongannya yang
menyebabkannya berbuat dosa (bangga berbuat dosa). Maka cukuplah
(balasannya) Neraka Jahannam. Dan sungguh Neraka Jahannam itu tempat
tinggal yang seburuk-buruknya.(206)” (Q.S. Al-Baqarah (2) : 205 –
206)
4. Tidak mau
menjadikan Al-Qur’an sebagai Petunjuk Hidup dan dasar hukum dalam
menata kehidupan semasa di dunia. Allah menjelaskannya dalam
firman-Nya :
وَمَنْ
أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ
مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ
الْقِيَامَةِ أَعْمَى (124)
قَالَ
رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ
كُنْتُ بَصِيرًا (125)
قَالَ
كَذَلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا
وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَى (126)
وَكَذَلِكَ
نَجْزِي مَنْ أَسْرَفَ وَلَمْ يُؤْمِنْ
بِآيَاتِ رَبِّهِ وَلَعَذَابُ الآخِرَةِ
أَشَدُّ وَأَبْقَى (127)
“Dan barang siapa
berpaling dari peringatan-Ku (Al-Qur’an), maka sesungguhnya baginya
penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari
Kiamat dalam keadaan buta". (124) Berkatalah ia: "Ya Tuhan
Penciptaku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta,
padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat? (125) Allah
berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami,
maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamu pun
dilupakan".(126) Dan demikianlah Kami membalas orang yang
melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan
sesungguhnya azab di Akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.(127)
(Q.S. Thaha (20) : 124 – 127)
Kaum Muslimin
rahimakumullah…
Selanjutnya,
dosa-dosa yang menyebabkan kita masuk neraka ialah :
5. Memakan harta
anak yatim. Memakan harta anak yatim itu bisa karena harta itu
merupakan hak mereka sebagai warisan dari orang tua mereka yang telah
meninggal dunia, ataupun melalui pengumpulan dana atas nama mereka,
namun tidak digunakan untuk kepentingan mereka kecuali sedikit dengan
alasan biaya manajemen dan sebagainya. Hukuman memakan harta anak
yaitim itu di akhirayt amatlah berat. Allah menjelaskannya :
إِنَّ
الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَالَ
الْيَتَامَى ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ
فِي بُطُونِهِمْ نَارًا وَسَيَصْلَوْنَ
سَعِيرًا (10)
"Sesungguhnya
orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim (tidak adil),
sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan
masuk ke dalam Neraka Sa’ir (api yang menyala-nyala)” (10) (Q.S.
An-Nisa’ (4) :10)
6. Memiliki habit
(kebiasaan) meninggalkan shalat lima waktu, tidak mau memberi makan
orang-orang miskin dan suka membahas masalah yang bathil dan sistem
hidup yang yang bathil (tidak sesuai dengan sistem Allah), serta
tidak percaya pada hari pembalasan. Allah menjelaskan dalam
firman-Nya :
مَا
سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ (42)
قَالُوا
لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ (43)
وَلَمْ
نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ (44)
وَكُنَّا
نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ (45)
وَكُنَّا
نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ (46)
حَتَّى
أَتَانَا الْيَقِينُ (47)
(سورة
المدثر)
"Apakah yang
memasukkan kamu ke dalam Neraka Saqar?" (42) Mereka menjawab:
"Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang menegakkan shalat
(43) dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, (44) dan
adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang
membicarakannya, (45) dan adalah kami mendustakan hari
pembalasan,(46) hingga datang kepada kami kematian".(47) (Q.S.
Al-Muddts-tsir (74) : 42 – 47)
7. Berdoa (meminta)
kepada tuhan lain di samping Allah, membunuh tanmpa sebab yang
dibenarkan dan berzina, kendati suka-sama suka. Pelanggaran terhadap
ketiga hal tersebut diaanggap fatal dan membahayakan iman pada Allah,
serta menyebabkan kekal dalam Neraka. Solusinya hanya satu, yakni
bertaubat kepada Allah sebelum nafas di tenggorokan disertai
melipatgandakan amal shaleh. Tentang hal ini Allah jelaskan dalam
firman-nya :
وَالَّذِينَ
لا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ
وَلا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي
حَرَّمَ اللَّهُ إِلا بِالْحَقِّ وَلا
يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ
أَثَامًا (68)
يُضَاعَفْ
لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا (69)
إِلا
مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلا
صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ
سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ
اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (70)
وَمَنْ
تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ
يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَابًا (71)
“Dan orang-orang
yang tidak berdoa (meminta) kepada tuhan yang lain beserta Allah dan
tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali
dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Barang siapa yang
melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa
(nya),(68) (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari
Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,(69)
kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal
shaleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Dan
adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(70) Dan orang yang
bertobat dan mengerjakan amal shaleh, maka sesungguhnya dia bertobat
kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya”. (71) (Q.S.
Al-Furqan (25) : 68 – 71)
8. Tidak beriman
kepada Allah disebabkan tidak memiliki tanggung jawab sosial,
khususnya terkait dengan upaya penyelesaian masalah kemiskinan karena
lemahnya iman pada Allah. Hal tersebut dijelaskan Allah dalam
firman-Nya :
خُذُوهُ
فَغُلُّوهُ (30)
ثُمَّ
الْجَحِيمَ صَلُّوهُ (31)
ثُمَّ
فِي سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ
ذِرَاعًا فَاسْلُكُوهُ (32)
إِنَّهُ
كَانَ لا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ
(33)
وَلا
يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ
(34)
فَلَيْسَ
لَهُ الْيَوْمَ هَا هُنَا حَمِيمٌ (35)
وَلا
طَعَامٌ إِلا مِنْ غِسْلِينٍ (36)
لا
يَأْكُلُهُ إِلا الْخَاطِئُونَ (37)
(سورة
الحاقة)
(Allah berfirman):
"Tangkaplah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya."
(30) Kemudian masukkanlah dia ke dalam Neraka Jahim apinya
menyala-nyala.(31) Kemudian belitlah dia dengan rantai yang
panjangnya tujuh puluh hasta (32) Sesungguhnya dia dahulu tidak
beriman kepada Allah Yang Maha Besar.(33) Dan juga dia tidak
mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin.(34) Maka
tiada seorang teman pun baginya pada hari ini di sini.(35) Dan tiada
(pula) makanan sedikit pun (baginya) kecuali dari darah dan nanah
(36) Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.(37)
(Q.S. Al-Haqqah (69) : 30 – 37)
Kaum Muslimin
rahimakumullah…
Dosa-dosa lain yang menyebabkan kita masuk neraka ialah :
9. Membunuh orang
Mu’min dengan sengaja. Allah menjelaskan dalam firman-Nya :
وَمَنْ
يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا
فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا
وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ
وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا (93)
(سورة
النور)
“Dan barang siapa
yang membunuh seorang Mu’min dengan sengaja, maka balasannya ialah
Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan
mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (93) (Q.S.
Annur (24) : 93)
10. Menyiksa orang-orang Mu’min dan membuat mereka mengalami kesulitan dalam kehidupan dunia karena mereka komitmen (berpegang teguh) pada nilai-nilai keimanan dan keislaman. Allah menjelaskan dalam firman-Nya:
10. Menyiksa orang-orang Mu’min dan membuat mereka mengalami kesulitan dalam kehidupan dunia karena mereka komitmen (berpegang teguh) pada nilai-nilai keimanan dan keislaman. Allah menjelaskan dalam firman-Nya:
إِنَّ
الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا
فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ
عَذَابُ الْحَرِيقِ (10)
(لبروج)
“Sesungguhnya
orang-orang yang menyiksa orang-orang yang Mu’min laki-laki dan
perempuan kemudian mereka tidak bertobat, maka bagi mereka azab
Jahannam dan bagi mereka azab (Neraka) yang membakar.(10) (Q.S.
Al-Buruj (85) : 10)
11.
Menghalang-halangi dan menghambat orang-orang Mu’min berzikir pada
Allah dan segala kegiatan yang terkait dengan agama Allah di Masjid
dan berupaya merusak dan menghancurkannya. Allah menginformasikan hal
tersebut dalam firman-Nya :
وَمَنْ
أَظْلَمُ مِمَّنْ مَنَعَ مَسَاجِدَ
اللَّهِ أَنْ يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ
وَسَعَى فِي خَرَابِهَا أُولَئِكَ مَا
كَانَ لَهُمْ أَنْ يَدْخُلُوهَا إِلا
خَائِفِينَ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ
وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ
(114)
“Dan siapakah yang
lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama
Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya?
Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali
dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan
dan di Akhirat mendapat siksa yang berat.(114) (Q.S. Al-Baqarah (2) :
114)
12. Melalaikan
shalat fardhu (lima waktu sehari), lalai dalam shalat, riya’
(mengharapkan pujian manusia) dalam shalat dan tidak mau membantu
orang lain dengan harta yang berharga. Allah menjelaskan dalam
firman-Nya :
فَوَيْلٌ
لِلْمُصَلِّينَ (4)
الَّذِينَ
هُمْ عَنْ صَلاتِهِمْ سَاهُونَ (5)
الَّذِينَ
هُمْ يُرَاءُونَ (6)
وَيَمْنَعُونَ
الْمَاعُونَ (7)
Maka Wail (lembah
Neraka Jahannam) bagi orang-orang yang shalat (4) (yaitu) orang-orang
yang lalai dari shalatnya,(5) orang-orang yang berbuat riya’. (6)
dan enggan (menolong dengan) barang berguna.(7) (Q.S. Al-Maa’uun
(107) : 4 – 7)
Kaum Muslimin
rahimakumullah….
Demikianlah khutbah
ini, semoga Allah menghindarkan kita dari dosa dan maksiat tersebut
yang menyebabkan pelakunya masuk neraka. Dan semoga Allah berkenan
menghimpunkan kita di syurga Firdaus yang paling tinggi bersama Rasul
Saw, para shiddiqin, syuhadak, dan shalihin sebagaimana Allah himpun
kita di tempat yang mulia ini.
Allahumma amin…
بارك
الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني
وإياكم بما فيه من الآيات و الذكر الحكيم
أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم إنه
تعالى جواد كريم ملك رؤوف رحيم إنه هو
السميع العليم
Tidak ada komentar:
Posting Komentar