Jumat, 20 Juni 2014

HERITABILITAS DAN RIPITABILITAS

A.    Herittabilitas
1.      Pengertian Heritabilitas
Heritabilitas dapat digunakan dalam arti sempit dan arti luas, dan adalah penting untuk mengetahui perbedaan diantara keduanya.
a.       Heritabilitas arti luas
Heritabilitas dalam arti luas melibatkan semua pengaruh hereditas dari setiap individu, yaitu semua pengaruh genetic aditif, dominan dan epistasis.
Heritabilitas dalam arti luas mengukur pengaruh total genetic terhadap penampilan suatu sifat, termasuk nilai pemuliaan dan nilai kombinasi gen. Heritabilitas dalam arti luas ini bukan suatu konsep yang aplikatif. Dengan demikian, karena nilai kombinasi gen tidak dapat diwariskan sehingga tidak menggambarkan hubungan antara penampilan dan potensinya sebagai tetua.
b.      Heritabilitas arti sempit
Dalam arti sempit, heritabilitas hamper semuanya disebabkan oleh aksi gen aditif atau pengaruh rata –rata individu gen yang ada dalam suatu populasi. Dalam program pemulian ternak, diperlukan heritabilitas dalam arti sempit yang merupakan imbalan ragam genetic aditif terhadap ragam penotipnya. Hal ini hampir sama dengan persentase kemajuan genetic yang diperoleh pada generasi yang akan dating apabila individu –individu terbaik dipilih untuk tetua.
Alasan alasan untuk mempertimbangkan heritabilitas dalam arti sempit adalah :
a)      Ragam genetic aditif adalah penyebab utama dari kesamaan diantara kerabat.
b)      Heritabilitas dapat dihitung dari pengamatan yang dilakukan dalam populasi
Sebagai satu ukuran matematik, heritabilitas selalu positif, berkisar dari nol sampai satu, atau dalam bentuk persentase, 0%- 100%. Sifat –sifat dengan heritabilitas mendekati nol hampir tidak heritable, dan sifat –sifat yang mendekati satu adalah sangat heritable.

2.      Arti Penting Heritabilitas
Dugaan heritabilitas mengatakan sesuatu tentang jumlah kemajuan yang mungkin diperoleh dalam seleksi untuk satu sifat tertentu. Untuk contoh, heritabilitas tingkat pertambahan berat badan pada sapi pedaging adalah sekitar 50 persen. Hal ini berarti bahwa 50 persen dari ragam total dari pertambahan berat badan dan sapi ini disebabkan oleh ragam genetic dan sekitar 50 persen lagi disebabkan oleh ragam lingkungan.

B.     Ripitabilitas
a.      Repitabilitas dapat didefinisikan sebagai berikut :
1.      Repitabilitas merupakan bagian dari ragam total (Vp) suatu populasi yang disebabkan oleh karena perbedaan oleh karena perbedaan antar individu yang berkarakter permanen.
2.      Korelasi fenotipik antara performans di waktu mendatang pada satu individu.
3.      Menggambarkan derajat kesamaan antar pengamatan (pengukuran) yang dilakukan berulang selama masa hidup produktif seekor ternak
Apabila repitabilitas tinggi, maka ternak tersebut menunjukan keunggulan pula pada produksi berikutnya, begitu juga sebaliknya. Repitabilitas meliputi semua pengaruh genetik ditambah pengaruh faktor lingkungan yang berkarakteristik permanen.
b. Manfaat Repitabilitas Suatu Karakteristik
1. Dapat digunakan untuk menaksir nilai maksimum yang dapat dicapai heritabilitas
2. Dapat digunakan untuk menaksir kemampuan produksi dalam masa produktif seekor ternak.
3. Dapat digunakan untuk meningkatkan ketelitian seleksi.
4. Apabila nilai repitabilitas suatu karakteristik tinggi, maka dalam seleksi calon bibit, ternak dapat dipilih berdasarkan fenotipiknya (karakteristik yang kita ukur).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar