A.
Herittabilitas
1.
Pengertian
Heritabilitas
Heritabilitas
dapat digunakan dalam arti sempit dan arti luas, dan adalah penting
untuk mengetahui perbedaan diantara keduanya.
a.
Heritabilitas
arti luas
Heritabilitas
dalam arti luas melibatkan semua pengaruh hereditas dari setiap
individu, yaitu semua pengaruh genetic aditif, dominan dan epistasis.
Heritabilitas
dalam arti luas mengukur pengaruh total genetic terhadap penampilan
suatu sifat, termasuk nilai pemuliaan dan nilai kombinasi gen.
Heritabilitas dalam arti luas ini bukan suatu konsep yang aplikatif.
Dengan demikian, karena nilai kombinasi gen tidak dapat diwariskan
sehingga tidak menggambarkan hubungan antara penampilan dan
potensinya sebagai tetua.
b.
Heritabilitas
arti sempit
Dalam
arti sempit, heritabilitas hamper semuanya disebabkan oleh aksi gen
aditif atau pengaruh rata –rata individu gen yang ada dalam suatu
populasi. Dalam program pemulian ternak, diperlukan heritabilitas
dalam arti sempit yang merupakan imbalan ragam genetic aditif
terhadap ragam penotipnya. Hal ini hampir sama dengan persentase
kemajuan genetic yang diperoleh pada generasi yang akan dating
apabila individu –individu terbaik dipilih untuk tetua.
Alasan
alasan untuk mempertimbangkan heritabilitas dalam arti sempit adalah
:
a)
Ragam
genetic aditif adalah penyebab utama dari kesamaan diantara kerabat.
b)
Heritabilitas
dapat dihitung dari pengamatan yang dilakukan dalam populasi
Sebagai
satu ukuran matematik, heritabilitas selalu positif, berkisar dari
nol sampai satu, atau dalam bentuk persentase, 0%- 100%. Sifat –sifat
dengan heritabilitas mendekati nol hampir tidak heritable, dan sifat
–sifat yang mendekati satu adalah sangat heritable.
2.
Arti
Penting Heritabilitas
Dugaan
heritabilitas mengatakan sesuatu tentang jumlah kemajuan yang mungkin
diperoleh dalam seleksi untuk satu sifat tertentu. Untuk contoh,
heritabilitas tingkat pertambahan berat badan pada sapi pedaging
adalah sekitar 50 persen. Hal ini berarti bahwa 50 persen dari ragam
total dari pertambahan berat badan dan sapi ini disebabkan oleh ragam
genetic dan sekitar 50 persen lagi disebabkan oleh ragam lingkungan.
B.
Ripitabilitas
a.
Repitabilitas
dapat didefinisikan sebagai berikut :
1.
Repitabilitas
merupakan bagian dari ragam total (Vp) suatu populasi yang disebabkan
oleh karena perbedaan oleh karena perbedaan antar individu yang
berkarakter permanen.
2.
Korelasi
fenotipik antara performans di waktu mendatang pada satu individu.
3.
Menggambarkan
derajat kesamaan antar pengamatan (pengukuran) yang dilakukan
berulang selama masa hidup produktif seekor ternak
Apabila repitabilitas tinggi, maka ternak tersebut menunjukan keunggulan pula pada produksi berikutnya, begitu juga sebaliknya. Repitabilitas meliputi semua pengaruh genetik ditambah pengaruh faktor lingkungan yang berkarakteristik permanen.
Apabila repitabilitas tinggi, maka ternak tersebut menunjukan keunggulan pula pada produksi berikutnya, begitu juga sebaliknya. Repitabilitas meliputi semua pengaruh genetik ditambah pengaruh faktor lingkungan yang berkarakteristik permanen.
b.
Manfaat Repitabilitas Suatu Karakteristik
1.
Dapat digunakan untuk menaksir nilai maksimum yang dapat dicapai
heritabilitas
2.
Dapat digunakan untuk menaksir kemampuan produksi dalam masa
produktif seekor ternak.
3.
Dapat digunakan untuk meningkatkan ketelitian seleksi.
4.
Apabila nilai repitabilitas suatu karakteristik tinggi, maka dalam
seleksi calon bibit, ternak dapat dipilih berdasarkan fenotipiknya
(karakteristik yang kita ukur).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar