BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Lemak
dan minyak termasuk dalam salah satu golongan lipid, yaitu lipid
netral. Lemak dan minyak dapat di komsumsi (edible fat) dan sumbernya
dapat berasal dari hewani dan nabati. Lemak dan minyak nabati
merupakan lemak dan minyak yang bersal dari tumbuh-tumbuhan sedangkan
lemak dan minyak hewani berasal dari hewan.
Lemak
dalam tubuh berfungsi sebagai sumber energi dan cadangan makanan.
Lemak merupakan bahan makanan yang kaya energi. Lemak yang pada suhu
kamar berupa cairan, lazim disebut minyak. Minyak biasanya berasal
dari tumbuhan seperti minyak kelapa, minayak jagung dan minyak
zaitun.
Wujud
lemak berkaitan dengan asam lemak pembentukannya. Lemak yang
berbentutk cair (minyak) banyak mengandung asam lemak tak jenuh.
Sedangkan lemak yang berbentuk padat lebih banyak mengandung asam
lemak jenuh. Asam lemak jenuh mempunyai titik cair yang lebih tinggi
dari pada asam lemak tak jenuh. Lemak dan minyak memiliki sifat
kelarutan yang sama, yaitu nonpolar.
Susu
yang dihasilkan oleh ternak perah dengan nilai gizi yang tinggi
dengan kandungan zat gizi yang lengkap dan seimbang. Sekresi susu
dangan kuatitas dan kualitas tinggi merupakan tujuan utama dari
pemeliharaan ternak perah. Susu disekresikan disimpan di dalam dan
dikeluarkan oleh ambing atau mamary gland dari sapi perah atau
mamalia lainnya. Untuk mendapatkan susu yang kuantitas dan
kualitasnya baik membutuhkan pengetahuan dasar tentang proses
pembentukan susu, pengendalian sintesa susu dan pengeluaran susu.
Komposisi
susu tergantung dari pola fermentasi di dalam rumen. Procurcor utama
penyusun susu adalah glucose untuk sintesa laktosa, glycerol, dan
citrat asam amino bebas untuk sintesi protein, acetat, dan hydroksi
butirat untuk sintesa lemak.
Pengetahuan
tentang proses terjadinya susu perlu dikembangkan, karena dengan
mengetahuinya dapat mengetahui apa saja yang diperlukan untuk
meningkatkan kualitas serta kuantitas susu, dan apa saja yang perlu
dicegah untuk menghindari apa-apa yang dapat mencegah proses
terbentuknya susu.
Kita
sebagai mahasiswa peternakan perlu mengetahui proses terbentuknya
susu, khususnya untuk meningkatkan kuantotas dan kualitas susu di
dunia peternakan sapi perah di Indonesia. Dengan pembuatan makalah
ini diharapkan dapat membantu dalam peningkatan kuantitas dan
kualitas susu di Indonesia khususnya.
1.2
Rumusan Masalah
Dari
uraian latar belakang masalah, perumusan masalah yang dapat kita
ambil adalah :
1.
Bagaimana reaksi biokimia dari lemak susu?
2.
Bagaimana mekanisme kontrol sintesa?
3.
Dimanakah sintesa terjadi dan bagaimana sekresinya?
1.3Tujuan
Tujuan
dalam penulisan makalah ini yaitu agar kita para pembaca sekalian
dapat menambahilmu pengetahuan mengenai sintesa lemak susu
BAB
2
HASIL
DAN PEMBAHASAN
HASIL
Bagian-bagian
dalam ambing :
1.
Alveolus
Merupakan
sel-sel pembentuk air susu
2.
Alveoly
Merupakan
kumpulan dari alveolus
3.
Lobulus
Merupakan
kumpulan dari alveoly
4.
Lobuly
Merupakan
kumpulan dari lobulus
5.
Milk ductus
Merupakan
saluran air susu
6.
Gland cistern
Merupakan
tempat penampungan air susu
7.
Streak canal
Bagian
bawah puting yang berfungsi mencegah masuknya mikroba
8.
Teat meatus
Merupakan
lubang puting
MANFAAT
Manfaat
lemak bagi tubuh
Sebagai
zat yang dibutuhkan tubuh, lemak merupakan sumber energi yang
paling besar. Setiap gram lemak menyediakan 9 kalori, lebih
besar dari kalori yangdihasilkan karbohidrat dan protein. Lemak juga
membantu penyerapan beberapavitamin (vitamin A,D, E, dan K) dalam
tubuh agar tubuh tetap sehat.
Dengan
bantuan lemak, sel-sel dalam tubuh juga dapat dibangun dan bekerja
dengan baik. Misalnya, lemak merupakan penyusun sel-sel dengan
menyelimuti setiap selsaraf sehingga membuat saraf dapat menghantar
pesan dengan lebih cepat dan baik. Tubuh juga menggunakan lemak untuk
memproduksi berbagai hormon dalam tubuh misalnya seperti
prostaglandin yang berperan dalam mengatur berbagai fungsi tubuhyang
penting seperti tekanan darah, sistem saraf, denyut jantung,
elastisitas pembuluh darah, dan pembekuan darah. Selain itu, lemak
ternyata berperan penting dalam memelihara kulit, rambut,
dan berbagai organ penting dalam tubuh seperti ginjal, liver,
organ reproduksi, serta menjaga badan tetap hangat. Banyak organ
vital dalam tubuh seperti otak, ginjal, jantung, dan usus
dilindungi oleh lemak dengan fungsinya yang seperti bantalan
agar terhindar dari luka, cedera, dan menahan posisi organ pada
tempatnya apabila terjadi benturan.
Komposisi
susu sapi terdiri dari 87% air, 9% padatan bukan lemak,dan sisanya 4%
adalah lemak susu. Lemak susu tidak membahayakan bagi tubuh. Hanya
35%yang diduga dapat meningkatkan kolesterol sedangkan sisanya 65%
tidak memiliki efek buruk pada kesehatan. Asam lemak
linoleat yang terkonjugasi pada lemak susu berfungsi menghambat
pembentukan tumor, menurunkan risiko beberapa penyakit seperti
kangker, hipertensi, dan diabetes serta dapat meningkatkan sistem
pertahanan tubuh. Kandungan asam butirat pada lemak susu memiliki
daya cerna yang tinggi dan berperan sebagai anti kanker usus
besar serta mendukung pertumbuhan bakteri baik di dalam tubuh.
Fosfolipid yang terdapat di dalam susu terdiri dari fosfatidil kolin
(Leitin), sphingomyelin, fosfatidil inositol,dan fosfatidil serin
yang berfungsi sebagai pelindung mukosa usus terhadap serangan
bakteri patogen. Fosfolipid tersebut merupakan bagian terbesar
penyusun otak, jaringan saraf, hati, otot, jantung dan sperma serta
dapat berfungsi sebagai anti kanker. Dalam lemak susu terdapat
sekurang-kurangnya 50 macam asam lemak susu yang berbeda, dimana
60-70% bersifat jenuh, 25-30% tidak jenuh dan 4% asam lemak
polyunsaturated.Lemak susu tersusun atas 400 asam lemak yang berbeda,
dimana proporsi secara signifikan disusun oleh asam lemak jenuh
(65-70%), asam lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated ) (27-33%,
biasanya dalam bentuk asam oleat), serta dalam jumlah relatif kecil
asam lemak tak jenuh rangkap banyak (polyunsaturated ) (3,5-5%).
Lebih dari116 jenistrigliserida telah dideskripsikan dalam lemak
susu. Distribusi 3 asam lemak yang berikatandengan gliseroldi lemak
susu umumnya pada susunan: posisi Sn-3 lebih condong diisi olehasam
lemak jenih rantai pendek (seperti; butirat (C4)) dan bagian
tengahnya Sn-2 diisi olehasam laurat (C12), asam myristic (C14),
maupun asampalmitat (C16) (Anonim, 2008). Lemak atau lipida merupakan
ester dari gliserol yang atom karbonnya mengikatasam-asam lemak.
Apabila ketiga atom C dari gliserol mengikat tiga asam lemak
disebuttrigliserol, dan bila atom C mengikat mengikat dua asam lemak
disebut digliserid, dan bilahanya mengikat satu asam lemak disebut
monogliserida. Penyusun utama lemak susu adalahirigliserida (97-98%)
dan selebihnya merupakan campuran digliserida, monogliserida,
asamlemak bebas, fosfolipida dan sterol. Pemisahan lemak susu dapat
dilakukan dengan carasentrifuse dengan kecepatan 3000rpm selama 20
menit atau dengan alat pemisah lemak.Lemak susu dan senyawa lain yang
terikat dengan lemak susu ada didalam bentuk dropletatau globula yang
dilapisi suatu membrane.
Fungsi
membrane adalah untuk mencegah bergabungnya globula lemak satu
dengan globula lainnya. Membrane tersebut jumlahnya sekitar 2% bobot
lemak susu, tersusun atas beberapa senyawa terutama kompleks
fosfolipid- protein. Jumlah protein didalam membrane mencapai 40%
bobot kering yang didalamnya terdapat enzim xandaine osidase dan
alkali fosfatase. Beberapa senyawa lain penyusun membrane berupa
fosfolipida, serebiosa, ester sterol dan beberapa senyawa
hidrokarbon. Fosfolipida yang utama adalah lecithin, sphingomyelin
dan cephalin yang jumlah nya sekitar 0,2-1,0% dari total lemak
susu. Diameter globula lemak adalah berkisar 1-15 mikron. Globula
lemak susu ini relatif lebih besar di bandingkan dengan globula
lemak susu kambing yang berukuran sekitar 0,1-10 mikron. Globula
lemak yang besar mempercepat pembentukan lapisan krim pada saat susu
disimpan atau pada waktu proses churning dalam pembuatan mentega.
Pengecilan dan penyeragaman ukuran globula lemak sering dilakukan
dengan cara homogenisasi untuk mendispersikan lemak secara baik
terutama bila susu akan diolah sebagai susu pasteurisasi, eskrim
maupun yogurt. Asam lemak sering dibedakan kedalam tiga kelompok
bedasarkan jumlah atomkarbon penyusunnya, yaitu (1) asam lemak rantai
pendek dengan jumlah atom C 4-8 (2) asamlemak rantai sedang dengan
jumlah atom C 10-14 (3) asam lemak rantai panjang denganatom C 16
atau lebih. Susu dari ternak ruminansia banyak mengandung asam lemak
rantaiasam lemak rantai pendek yang dihasilkan oleh kelenjar mamae
dari asam asetat ditambahdua atom C hasil urunan dari fermentasi
rumen. Lebih khusus lagi, susu kambing dan dombamempunyai asam lemak
rantai pendek lebih banyak dibandingankan susu (sapi) dan susu
kerbau.
PEMBAHASAN
Berdasarkan
ada tidaknya ikatan rangkap pada rantai atom C dari asam lemak
dapatdibedakan dua asam lemak, yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak
tidak jenuh. Asamlemak jenuh adalah asam lemak yang tidak memiliki
ikatan rangkap, sedangkan asam lemak tidak jenuh adalah asam
lemak yang memiliki salah satu atau lebih ikatan rangkap. Apabilaasam
lemak tidak jenuh tunggal disebut MUFA (mono unsaturated fatly acid)
dan bila berikatan rangkap dua atau lebih disebut PUFA (poly
unsaturated fatly acid). Asam lemak tidak jenuh tersebut
dianggap penting bagi kesehatan baik sebagai asam lemak
essensialataupun sifatnya tidak nmudah menempel pada dinding pembuluh
darah. Jumlah asam lemak tidak jenuh didalam susu sekitar 37%
dari total asam lemak. Beberapa contoh asam lemak tidak jenuh
penting bagi kesehatan adalah asam oleat,linoleat (omega-6) dan
linoleat(omega-3).Didalam bahan pangan, termasuk didalam susu, lemak
biasanya terdapat bersama-sama dengan kolesterol. Lemak jenuh dan
kolesterol dianggap berperanan dalam proses penyempitan pembuluh dara
yang dikenal sebagai penyakit”atheroselerosis”. Struktur kimia
kolesterol
berbeda dengan struktur asam lemak ataupun trigliserida. Jadi,
kolesterol tidak sama dengan asam lemak, meskipun keduanya
dibuat dari precursor asetil-koenzim A.Jumlah lemak jenuh dan
kolesterol didalam setiap 100 g susu masing-masing sekitar 2,2 gdan
15 mg. Jumlah tersbut relatif sangat rendah dan tidak berbahaya bagi
kesehatan danaman, meski seseorang mengkonsumsi susu 4 gelas per
hari.
Jenis
asam lemak dan kandungannya dapat dilihat pada tabel.
Manfaat
lemak susu bagi manusia
Lemak
merupakan penyusun yang penting dari air susu sapi dikarenakan
lemak mempunyai arti ekonomi tinggi. Lemak susu dapat digunakan
sebagai bahan mentah dalam pembuatan mentega. Berbagai usaha
susu sapi perah terkadang ditujukan untuk menghasilkanair susu yang
kadar lemaknya tinggi. Di dalam lemak mengandung nutrient-nutrient
lain, seperti vitamin dan asam lemak essensial. Lemak juga memegang
peranan dalam menentukanrasa, bau, dan tekstur. Lemak di dalam air
susu terdapat sebagai emulsi minyak dalam air. Bagian lemak tersebut
dapat terpisah dengan mudah kerena berat jenisnya kecil. Lemak yang
terdapat sebagai emulsi itu tersebut berbentuk globula-globula. Air
susu sapi segar alami mengandung lebih banyak lemak omega-3, vitamin
A dan betakaroten. Hingga 50% kalori susu dihasilkan oleh lemak yang
terkandung dalam susu sapisegar. Pada bayi perkembangan sel otak
sangat didukung oleh kecukupan senyawa lemak omega-3 yang dapat
ditemukan pada susu. Komponen lemak susu berupa asam lemak jenuh
yakni asam laurat diperlukan untuk mencerna lemak tidak jenuh
berikatan rangkap, omega-3dan kalsium. Juga diketahui fungsinya
sebagai anti bakteri, imunitas, dan antivirus.Kolesterol yang
dikandung oleh air susu ibu juga diketahui berperan penting
bagi pertumbuhan sel otak dan sistem syaraf bayi.
Kerusakan
Lemak Susu
Kerusakan
pada lemak susu Buckle dkk., (1987) menyatakan kerusakan yang
dapatterjadi pada lemak susu merupakan sebab dari
berbagaiperkembangan flavor yangmenyimpang dalam produk-produk susu,
seperti:
- Ketengikan, yang disebabkan karena hidrolisa dari gliserida dan pelepasan asamlemak seperti butirat dan kaproat, yang mempunyai bau yang keras, khas dan tidak menyenangkan.
- Tallowiness yang disebabkan karena oksidasi asam lemak tak jenuh.
- Flavor teroksidasi yang disebabkan karena oksidasi fosfolipid.
- Amis/bau seperti ikan yang disebabkan karena oksidasi dan reaksihidrolisa.
- Off-flavor pada susu disebabkan karena kondisi – kondisi seperti suhu yang tinggi, keasaman, adanya katalis berupa logam, sinar ultra violet dan sinar matahariyang mempercepat oksidasi asam lemak.
Ketengikan
terutama ditimbulkan oleh enzim lipase yang terdapat secaraalam di
dalam susu. Pasteurisasi dapat membuat enzim menjadi tidak aktif.
Tetapi ketengikan masih dapat berlangsung pada susu yang telah
dipasteurisasikarena lipase yang dihasilkan oleh pertumbuhan
mikrooeganisme. Komponen mikro dari lemak susu antara lainadalah
fosfolipid, sterol, tokoferol (vitamin E), karoten, vitamin A dan D.
Susu mengandung sekitar 0,3% fosfolipid, terutama lesitin,
sphingomielin dan sephalin. Pada waktu susu dipisahkan menjadi skim
milk dank rim, sekitar 70% dari fosfolipid terdapat di bagiam krim.
Fosfolipid dapat dengan cepat teroksidasi jika terkena udaradan
berakibat pada penyimpangan cita rasa susu. Sterol utama yang
terdapat pada susu adalah kolesterol dengan jumlah mencapai 0,015%.
Faktor
yang Mempengaruhi Kadar Lemak Susu
Pada
zaman penjajahan Hindia Belanda, sudah ada ketentuan mengenai kadar
lemak susu yang dituangkan dalam "milk codex". Dalam "milk
codex " itu antara lain ditetapkan bahwa, susu yang dipasarkan
ke konsumen haruslah mempunyai kadar lemak susu minimal 2,7% . Dewasa
ini setelah berdirinya pabrik-pabrik pengolahan susu di Indonesia,
kadar lemak susu yang diinginkan semakin tinggi antara
3,25-3,85%. Agar peternak sapi perah mampu memproduksi susu dengan
kadar lemak susu yang lebih tinggi, perlu diketahui terlebih dahulu
beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kadar lemak susu.
Faktor-faktor tersebut antara lain (Basya, 1983)
- Jenis sapi perahKadar lemak susu sapi perah berbeda antara satu jenis dengan jenis lainnya . Pada umumnya semakin tinggi kemampuan berproduksi susu sapi perah, akan semakin rendah kadar lemak susunya. Berikut data mengenai produksi susu beberapa jenis sapi perah.
- Umur sapi perahProduksi susu sapi perah pada umumnya mencapai puncak tertinggi pada umur sekitar 6 – 8 tahun . Artinya, sejak umur laktasi pertama sampai pada laktasi berikutnya pada umur 6 -8tahun, produksi susu akan mengalami peningkatan dan setelah umur tersebut barulah terjadi penurunan.
- Jenjang laktasi Sapi perah yang baru melahirkan akan mempunyai kadar lemak susu yangtinggi. Akan tetapi, dengan meningkatnya produksi susu sampai dengan sekitar 6 - 8minggu laktasi, kadar lemak susu akan mengalamipenurunan dan akan meningkat kembali pada akhir laktasi (peningkatan 0,5-1,5%).
- Interval pemerahanKadar lemak susu akan lebih tinggi pada interval pemerahan yang lebih singkat . lebihtinggi lemak dipemerahan pagi daripada pemerahan sore hari.
- Iklim dan lingkungan Unsur-unsur iklim seperti suhu dan kelembaban udara akan dapat mempengaruhi kadar lemak susu sapi perah. Di Indonesia, Pada musim hujan, kadar lemak susu yang diperolehakan lebih tinggi dibandingkan dengankadar lemak susu yang diperoleh pada musim kemarau.
- Ransum atau makanan yang diberikan Menurut hasil penelitian yang telah dilakukan di Stasiun Percobaan California, mengenai pengaruh perimbangan antara konsentrat dengan hijauan terhadap kuantitas dan kualitas susu yang diproduksikan sapi perah menunjukkan bahwa pemberian 10% konsentratdengan 90% hay dalam ransum, akan menurunkan produksi susu rata-rata, tetapi kadar lemak susu masih berada dalam keadaan normal . Akan tetapi, apabila ransum itu terdiri dari 100% konsentrat, produksi susu rata-rata meningkat, namun kadar lemak susu menurun secara drastis.
Lemak
susu masih berada dalam keadaan normal . Akan tetapi, apabila ransum
itu terdiridari 100% konsentrat, produksi susu rata-rata meningkat,
namun kadar lemak susumenurun secara drastis. Pemeriksaan Kadar Lemak
Prinsip: dapat mengetahui kadar lemak susu sehingga dapat
memperkirakan mutu / kualitas air susu.
Alat
dan bahan: beker glass, pipet scala, centrifuge, butyrometer,
penangas air,sumbat karet, H2SO4 91%-92%, amyl alkohol, air panas 650
derajat celcius Prosedur percobaan;
metode
GERBER:
- Air susu diaduk hingga sempurna bercampur, dituang dalam beaker gelas 1 yang lain
2.
Beri tanda sampel pada butyrometer dengan mulut diatas
3.
Kedalam masing-masing butyrometer diisi 10ml H2SO4 dari pipet
(mulut pipet diletakkan di dinding butyrometer) dan air susu 11ml
dialirkan pelan-pelan. Sedemikian pula sehingga kedua cairan tersebut
tetap terpisah
4.
Isikan masing-masing 1ml amyl alkohol dari pipet otomat kedalam
butyrometer
- Butyrometer disumbat dengan penyumbat karet yang diputar sedalam-dalam nya
- Butyrometer satu persatu dibungkus dengan lap klan dikocok dengan sempurnasehingga tidak terdapat bagian-bagian yang padat,warms menjadi keunguan
- Masukan butyrometer kedalam penangas air selama 5 menit dengan suhu 65derajat (bagian skala harus selalu diatas)
- Aturlah sumbat sehingga seluruh lemak berada dalam skala
- Masukan butyrometer kedalam centrifuge atau pemusing (skala dipusat)
- Pusingkan selama 3 menit dengan kecepatan 1200rpm
- Peyumbat diatur sedemikian rupa sehingga lemak berada dibagian yang berskala
- Masukan kedalam alat penangas lagi selama 5 menit pada suhu 56 derajat celcius.
- Butyrometer di lap clan skala dibacaPenentuan kadar lemak susu dapat dilakukan dengan beberapa metode menggukanalat tertentu seperti Babcock, Gerber, Te-sa, Mojoiner, Soxhlet dan Milko-tester
Biosintesa susu sapi perah
dipengaruhi oleh organ-organ dalam ambing. Ambing sapi perah terdiri
atas 4 kelenjar susu, yang terletak di daerah inguinal. Ambing
menempel dengan perantara sejumlah jaringan ikat di samping
berhubungan dengan bagian dalam tubuh sapi melalui canalis
inguinalis. Melalui canalis inguinalis ; arteri, vena, pembuluh getah
bening dan syaraf dari dalam tubuh masuk ke dalam ambing. Disaluran
air susu terdapat sel-sel epitel otot karena pengaruh oksitosin
bekerja selama 7 menit setelah itu hormon yang bekerja adalah hormon
adrenalin.
Pengaruh beberapa faktor
terhadap produksi dan komposisi susu :
- Jenis hewan dan keturunannya
Sapi
perah dan kambing akan menghasilkan susu dalam jumlah yang berbeda.
Susu kambing mempunyai kandungan protein tinggi dibanding dengan
hewan lainnya. Demikian pula jika dari keturunan yang berbeda hasil
dan komposisi susunya juga berbeda. Contoh sapi perah holstain dengan
sapi perah yersey.
- Pengaruh pertumbuhan dan besar hewan
Hewan
yang mempunyai pertumbuhan yang cepat dan bertubuh besar umumnya
menghasilkan susu lebih banyak.
- Pengaruh umur hewan dan panjangnya masa laktasi
Umur
hewan ini erat kaitannya dengan periode laktasi. Panjangnya masa
laktasi dalam 1 tahun sangat berpengaruh pada produksi susu.
Panjangnya masa laktasi normal adalah 10 bulan.
- Pengaruh kelahiran dan pasturasi
Kelahiran
kembar 2 atau lebih dapat menurunkan produksi susu.
- Kesehatan dan ketegaran hewan
Jika
sapi perah dalam keadaan sehat dan tegar maka akan dapat menghasilkan
susu dalam jumlah banyak. Sapi yang terkena mastitis tidak dapat
menghasilkan susu dalam jumlah banyak.
- Jenis dan macam pakan
Pemberian
pakan dan kandungan konsentrat tinggi akan menstimulir lebih banyak
pembentukan propionat dalam rumen menekan dan presentase lemak susu.
Makanan berserat kasar tinggi menstimulir lebih banyak produksi
asetat dan menjaga lebih banyak lemak susu.
- Pengaruh musim
Biasanya
pada musim hujan kandungan lemak susu akan meningkat, sedangkan pada
musim kemarau kandungan lemak susu akan lebih rendah.
- Manajemen pemerahan
Hal-hal
yang harus diperhatikan dalam pemerahan yaitu : kandang harus
dibersihkan dari segala kotoran sapi. Di daerah lipatan pahanya di
bersihkan. Sapi yang hendak di perah hendak diberikan pakan penguat
dan alat-alat susu harus bersih. Jumlah pemerahan setiap hari,
lamanya pemerahan, dan kecepatan pemerahan dapat mempengaruhi
produksi susu yang dihasilkan.
BIOSINTESA
SUSU :
1.
Sintesa protein susu
Terdapat
3 sumber utama bahan pembentuk protein susu yang berasal dari darah,
yaitu peptida-peptida, plasma protein, dan asam-asam amino yang
bebas. Kasein, beta laktoglobulin, dan alphalaktalbumin merupakan 90%
sampai 95% dari protein susu. Ketiga macam protein tersebut disintesa
didalam kelejar susu. Serum albumin darah, imunoglobulin dan gamma
kasein tidak disintesa didalam kelenjar susu, tetapi langsung diserap
dari darah dalam bentuk yang sama tanpa mengalami perubahan. Plasma
protein merupakan sumber bahan pembentuk susu sebanyak 10% dari yang
diperlukan. Asam-asam amino yang bebas yang diserap oleh kelenjar
susu dari darah merupakan sumber nitrogen utama untuk sintesa protein
susu. Hampir semua asam amino yang diserap dari darah diubah menjadi
protein susu.
Sintesa
protein dari susu terjadi didalam sel epitel dikontrol oleh gene yang
mengandung bahan genetik yaitu Deoxyribo nucleic acid (DNA).
Urut-urutan pembentukan protein susu yaitu replikasi dari DNA,
transkripsi dari Ribonulec acid (RNA) dari DNA, dan translasi
terbentuknya protein menurut informasi RNA.
Replikasi
Replikasi termasuk di
dalamnya pemisahan dari 2 pita (strand) DNA dan duplikasi dari kedua
strand tersebut. Replikasi terjadi sebelum pembelahan sel, oleh
karena itu ia tidak mempunyai pengaruh yang langsung terhadap sintesa
protein. Transkripsi termasuk didalamnya pembentukan RNA pada saat
strand DNA. Molekul-molekul RNA bergerak ke sitoplasma dan memegang
peranan aktif dan penting di dalam sintesa protein. Translasi
termasuk proses yang terjadi di ribosome.
Transkripsi
Translasi merupakan proses
yang kompleks dimana pertama terjadi perlekatan dari asam-asam amino
pada molekul RNA. Tiap-tiap asam amino mempunyai enzim pengaktif
tersendiri. ATP digunakan untuk menaikan tingkat energi dari asam
amino sehingga asam amino dapat digunakan berpartisipasi dalam reaksi
tersebut.
Sintesa protein terjadi di
ribosome, sedangkan besar dari ribosome terikat pada membran rangkap
dari endoplasmic reticulum, tetapi sebagian lainnya terletak bebas di
dalam sitoplasma.
2.
Sintesa lemak susu
Lemak
susu merupakan komponen susu yang paling bervariasi. Sebagian lemak
susu terdiri atas trigliserida. Bahan-bahan pembentuk lemak susu yang
terutama adalah : (1) glukosa, asetat, asam beta hidroksibutirat,
trigliserida dari chylomicra, dan low density lipoprotein dari darah,
(2) asam-asam lemak yang berantai pendek, dan (3) beberapa asam
palmitat yang disekresi didalam kelenjar susu. Kelenjar susu
ruminansia tidak dapat menggunakan acetyl CoA yang berasal dari
glukose dalam mitokondria. Betahidrosibutirat juga digunakan untuk
sintesa asam-asam lemak. Sebagian dari padanya digunakan untuk rantai
karbon permulaan untuk tambahan unit-unit C2 dan sebagian lagi untuk
pembentukan unit-unit C2 dan digunakan sebagai unit Acetyl CoA untuk
sintesa asam lemak.
3.
Sintesa laktosa
Sebagian
besar glukosa dan galaktosa dalam sintesa laktosa berasal dari
substansi-substansi yang mudah dapat diubah menjadi glukosa. Dari
perbedaan dari arteri-vena dapat diketahui bahwa glukosa merupakan
bahan utama pembentuk laktosa pada kambing dan sapi. Beberapa atom
karbon dari laktosa terutama residu galaktosa, berasal dari senyawa
lain misalnya asetat dan gliserol.
Perbedaan
antara arteri-vena untuk glukosa ± 2 kali yang diperlukan untuk
sintesa laktosa, oleh karena itu kelebihan glukosa akan digunakan
untuk energi membentuk gliserol karena glukosa adalah bahan utama
pembentuk laktosa dan susu harus dipertahankan takenan laktosanya
agar supaya isotonis dengan darah, maka bila terjadi kekurangan
laktosa akan mengalami kekurangan kandungan air dalam susu. Oleh
karena itu dikatakan glukosa adalah sebagai faktor pembatas untuk
sekresi susu.
Proses
sintesa laktosa adalah 2 molekul glukosa masuk saluran ambimg
kemudian 1 molekul glikosa diubah menjadi galaktosa. Terjadi
kondensasi galaktosa dengan glukosa kemudian terbentuklah laktosa
dengan bantuan enzym lactose syntetase.
Dengan
adanya lactose ini maka susu akan memberi rasa manis serta merangsang
bakteri tertentu di dalam usus pedet untuk membentuk asam laktat,
sehingga akan merangsang penyerapan Ca dan pospor pada tulang.
4.
Sintesa mineral, vitamin, dan air
Vitamin,
mineral, air tidak disinsesa oleh sel-sel sekresi ambing melainkan
berasal dari tanah. Mineral yang penting adalah Ca, P, Cl, Na dan Mg.
Mekanisme absorbsi mineral dari darah ke dalam lumen alveoli belum
jelas, kemungkinan terdapat bentuk mekanisme transport mineral yang
aktif, dalam sel sekresi ambing. Kadar laktose, Na dan K dalam susu
biasanya relatif konstan. Ketiga komponen ini bersama dengan clorida
berperan menjaga keseimbangan osmose dalam susu.
Kandungan
vitamin dan mineral susu diatur dalam proses filtrasi, dimana sel-sel
jaringan sekresi ambing bertindak sebagai membran barier atau carrier
terhadap partikel vitamin dan mineral yang berasal dari darah yang
akan masuk ke lumen alveoli. Sel epitil menggabungkan mineral dengan
sel organik, dimana 75% Ca terikat dalam kasein, pospor, dan sitrat,
dan dari 75% tersebut 50% terikat dengan kasein.
Molekul-molekul
vitamin ditransfer langsung dari darah ke dalam sel-sel sekresi
ambing, tanpa mengalami perubahan, sehingga langsung masuk menjadi
komponen susu. Konsen;trasi vitamin dalam susu (terutama yang
terlarut dalam lemak) dapat ditingkatkan dengan meningkatkan
vitamin dalam plasma darah atau dengan meningkatkan kandungan vitamin
dalam pakan.
Dalam
pemerahan kita juga mengetahui masa laktasi, yaitu sebuah konsekuensi
dari reproduksi. Fungsinya adalah menjaga atau mempertahankan
keturunannya. Agar puncak produksi tinggi dan produk setelah pucak
itu konsisten, turunnya tidak bertahap atau tidak drastis? Ada 2 hal
yang perlu diperhatikan agar produksi susu tinggi, yaitu :
1.
Pabriknya (kelenjar mamae) masuk ke dalam sel sekretori, disiapkan
pada saat kering karena digunakan untuk persiapan pertumbuhan sel
sekretori.
2.
Satu bulan sebelum melahirkan, terbentuk fetus kelenjar mamae.
Pencernaan
pada sapi yang utama adalah fungsinya mencerna serat kasar. Kelebihan
sapi mempunyai rumen. Proses mempertahankan dirinya yaitu pada saat
sapi makan sebanyak-banyaknya, setelah pakan masuk kemudian melakukan
proses mastikasi yang merupakan proses mempertahankan dirinya.
Laktasi
dikontrol oleh hormonal yaitu hipothalamus yang memberikan sinyal
pada oxytosin dan prolactin. Sapi perah setelah melahirkan akan kurus
karena sapi perah lebih suka memberikan cadangan lemak tubuhnya
karena induk harus selalu dekat dengan anaknya, karena takut anaknya
terkena predator akhirnya induk tidak bisa makan secara bebas,
bergerak bebas, sehingga tidak bisa makan dengan tenang, maka induk
lebih suka menggunakan cadangan lemaknya agar ia bisa selalu lebih
dekat dengan anaknya. Itulah sebabnya setelah melahirkan sapi perah
menjadi kurus.
Fungsi laktasi yaitu :
• Sebagai suatu
control, yaitu suatu periode yang dibuat control.
• Susu salah satu fungsi
untuk mencegah hypothermia pada anak, yaitu anak kedinginan.
• Fungsinya sebagai
energi dan mencegah penyakit.
• Pada saat laktasi, anak
dekat dengan induk sehingga mencegah predator.
Peran biologis laktasi
yaitu :
• Pada saat laktasi
anak diajari mencari makan
• Anti body
• Nutrisi
• Penghangat
Penurunan
mutu susu
Penurunan
mtu susu yang terjadi adalah disebabkan oleh susu yang rusak atau
kandungan gizi serta perubahan sifat-sifat fisik dan kimia susu.
Penyebab kerusakan susu antara lain :
1.Pertumbuhan
dan aktifitas mikroba
2.Aktifitas
enzim-enzim di dalam bahan pangan
3.Suhu
udara
4.Jangka
waktu penyimpanan
5.Sanitasi
peralatan maupun ternak
TAHAPAN
SINTESIS SUSU DENGAN MEDIA GAMBAR
KESIMPULAN
Pengaruh
beberapa faktor terhadap produksi dan komposisi susu :
•
Jenis hewan dan
keturunannya
•
Pengaruh pertumbuhan dan
besar hewan
•
Pengaruh umur hewan dan
panjangnya masa laktasi
•
Pengaruh kelahiran dan
pasturasi
•
Kesehatan dan ketegaran
hewan
• Jenis
dan macam pakan
•
Pengaruh musim
•
Manajemen pemerahan
Boisintesis
susu
•
Sintesa protein susu
•
Sintesa lemak susu
•
Sintesa laktosa
•
Sintesa vitamin, mineral
dan air
1.
Lipid adalah Senyawa organik yang tersusun atas asam lemak dan
gliseril.
2. Lipid tidak larut dalam air tetapi larut dalam eter, kloroform, bensin, dan tetra.
3. Minyak atau lemak memiliki daya larut yang sama, yaitu tidak dapat larut dalam pelarut polar, namun bereaksi atau larut dalam pelarut nonpolar. Jadi dapat disimpulkan lemak dan minyak merupakan larutan nonpolar
2. Lipid tidak larut dalam air tetapi larut dalam eter, kloroform, bensin, dan tetra.
3. Minyak atau lemak memiliki daya larut yang sama, yaitu tidak dapat larut dalam pelarut polar, namun bereaksi atau larut dalam pelarut nonpolar. Jadi dapat disimpulkan lemak dan minyak merupakan larutan nonpolar
DAFTAR
PUSTAKA
Astuti,
Triana Yuni. 2002. Buku Ajar Ternak Perah.UNSOED: Purwokerto
Hadiwiyoto,
Suwedo.1994. Teori dan Prosedur Pengujian Mutu Susu dan
Olahannya.
Liberty: Yogyakarta
Setyawti,
Tati.1992.Buku Tehnik dan Pengembangan Peternakan. Dirjen
Peternakan:
Jakarta
Soedono,
Adi. 1990. Pedoman Beternak Sapi Perah. Dirjen Peternakan: Jakarta
Syarief,
MZ. 1984. Ternak Perah. Yasaguna: Jakarta
ILMU
TERNAK PERAH
tentang
SINTESA
LEMAK SUSU
Oleh
:
KELOMPOK
9 (Sembilan)
Anggota
:
RESTU
OSSA PUTRA D1E012242
LABORATORIUM
PRODUKSI TERNAK PERAH
FAKULTAR
PETERNAKAN
UNIVERSITAS
JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar